Tersadarkah Kau

Tersadarkah kau..

Di balik asap kelam polusi
Gemuruh roda empat beraksi
Gelak tawa orang tua basi
Masih ada….
Sosok pucat pasi itu

Tersadarkah kau…

Di bawah kaca pencakar cakrawala
Tersembunyi dari muka media massa
Tertinggal atau ditinggal derap penguasa
Masih ada….
Sosok tanpa hanya bisu

Tersadarkah kau…

Saat jarak dan waktu bukan tembok besi
Kala kapitalisasi meregang nadi
Walau formalitas menjeruji hati
Masih ada….
Sosok peduli nasib negeri

Tersadarkah kau…

Saat kau tembus riuhnya kota
Penuh dengan kesenangan berkala
Berat sebelah saat kau kira
Masih ada…
Sosok pejuang yang bukan palsu

Sosok itu…..
Sosok yang tak gentar, meski budi tak dibayar
Sosok yang bergeming, meski reaksi menggunjing
Sosok pemikul dua pilihan
Bakti hari ini atau mati esok hari
Sosok penganut dua pilihan
Peduli Negeri atau peduli pertiwi

Belum sadarkah kau
Karena mata kepalamu
Karena ketika mata hatimu
Tertutup pekatnya debu gengsi
Terbelenggu kepedulian yang terdegradasi

Image

Keterangan:

Puisi dibuat oleh Tubagus R Ramadhan
Dibacakan oleh Muhammad Ridha Intifadha
Disertai musik gitar oleh Hutomo Ardi
Diiringi dengan teater mini dari Singa-singa Pergerakan (Siaga) FISIP UI
Bundaran HI Jakarta
10 November 2010

Pada hari itu, kami dari BEM se-UI melakukan aksi untuk mengingat hari Pahlawan. Pada saat yang sama, di kampus kami sedang didatangi Presiden AS, Barrack Obama.

Saya teringat bahwa ada banyak aksi yang terjadi pada hari itu. Aksi solidaritas palestina dari LDK-LDF se UI, Aksi atas kedatangan Barrack Obama oleh organ ekstra dan Aksi memperingati hari pahlawan oleh BEM se UI.

Kepada pembaca. Selamat memperingati dan merenungi Hari Pahlawan 10 November.

 

Sumber gambar dari moncharivariphotographique

Share: