Tentang Saya

Hamka dalam salah satu karyanya, Falsafah Hidup, mengisahkan suatu hal yang menarik. Setengah Hukama telah ditanyai orang: “Apakah bukti orang berakal?” Jawab beliau: “Perkataan tak banyak yang tak berguna”. Orang bertanya pula: “kalau kita tak mendengar perkataannya, hanya dari jauh saja terdengar namanya, bagaimana pulakah tandanya?”. Dijawab beliau: “dengan tiga perkara: pertama dengan mengenal utusannya, kedua membaca tulisannya, ketiga dengan menilik hadiahnya. Utusannya bayang bayang dirinya, suratnya menunjukkan susunan pikirannya, hadiahnya menunjukkan timbangannya. Maka lebih kurangnya ketiga perkara itu, adalah ukuran orangnya”.

Deskripsi Singkat Diri

Muhammad Ridha Intifadha. Sosok yang senang berdiskusi dan berkenalan dengan orang baru. Mewariskan DNA campuran bugis dan sunda, walau tak bisa menguasai keduanya dalam berkata-kata. Terlahir di Garut, 21 September 1992 sebagai sebagai anak sulung dari 4 bersaudara. Setelah dibebaskan selama 6 tahun mendekam dalam “penjara suci”, ia menempuh kuliah di jurusan Kriminologi FISIP UI. Usai lulus, ia sempat meniti karier dalam beberapa penelitian di sejumlah LSM seperti ICW dan CIPS Indonesia. Saat ini, ia mengabdikan diri di ibukota sebagai tenaga ahli Pelayanan Hubungan Media Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta

Mengartikan Nama

Muhammad artinya terpuji. Merupakan nama dari utusan Nya yang terakhir diturunkan di dunia. Harapan orang tua agar anak mereka tersebut dapat mengikuti jejak sang nabi melalui ajaran al Quran dan as Sunnah nya. Ridha bermakna kepuasan, kadang diasosiasikan dengan kata ikhlas. Merupakan sifat baik yang selalu disosialisasikan oleh orang tua nya sedari kecil. Harapan orang tua agak anak mereka tersebut dapat menerima segala hal sebagai hal yang terbaik menurut Nya dengan lapang dada. Intifadha artinya bergerak dengan marah atau gerakan yang menunjukkan ketidaksabaran. Merupakan simbol perjuangan dalam sejarah Negara Palestina dengan cara melemparkan batu untuk melawan desiran peluru. Tidak ada harapan khusus, namun agaknya kata terakhir ini lah yang menjadi doa dan menjadi stimulus pribadi untuk terus bergerak, terus berjuang, dan terus maju.

Motivasi Menulis Kehidupan

Menulis baginya adalah suatu tantangan untuk pewarisan di masa depan. Ia tak ingin ucapan, berbagai pengalaman-pengamatannya atau sekadar selintas pemikirannya hanya jadi angin lalu yang ditelan auman sang kala. Tulisan baginya adalah saksi bisu atas perjalanannya mengamati sosok pribadi dan kehidupan orang sekitarnya. Sebelumnya, ia seringkali menulis di catatan salah satu jejaring sosial, sebelum akhirnya salah satu catatannya diblokir dan ia merasa tulisannya tidak akan bisa bebas disebarkan kembali. Berangkat dari itulah, ia pun berinisiatif membuat blog sebagai ruang pameran bagi buah imajinasi liarnya. Ia berharap berbagai tulisannya ini akan menjadi bola salju, bola liar, dan bola panas bagi perubahan di masa depan.

Menyambung Ikatan Silaturahim

Sebagaimana dikatakan Hamka, mungkin ia sebagai penulis dan kalian sebagai pembaca tidak akan dapat bersua. Tetapi semoga para pembaca dapat memahami dirinya yang lemah melalui rangkaian koma dan tanda tanya di blog ini.

Silahkan menghubunginya melalui telepon/ sms/ whatsapp/ line +62878 8169 8068
Atau melalui akun twitter pribadi nya di @ridhaintifadha
Atau melalui akun facebook pribadi nya di /ridhaintifadha
Atau melalui email pribadi nya di ridhaintifadha@gmail.com