Hiburan Yang Diperbolehkan: Hikmah dari Tretan Muslim dan Coki Pardede

Last Hope Kitchen

Saya ingin mengawali tulisan ini dari video konten “Last Hope Kitchen” yang diunggah Tretan Muslim (TM) di akun youtube pribadinya. Bersama komika lainnya, Coki Pardede (CP), mereka mendemonstrasikan memasak daging babi dengan direbus air sari kurma, lalu dicampur dengan bumbu gulai, hingga akhirnya dijadikan puding + madu. Saya tidak menemukan video aslinya, namun akun lain kemudian mengunggah kembali video berdurasi 20 menit yang diawali dengan pengantar dari TM. Bagian ini adalah hasil transkrip 8 menit awal dari video Last Hope Kitchen yang kontroversial. Kalau sudah menonton konten tersebut, anda bisa lanjut ke bagian berikutnya: polemik yang terjadi.

TM: Selamat datang di Last Hope Kitchen. Akhirnya setelah sekian lama, kalian menginginkan Coki Pardede untuk hadir di sini. Kita hadirkan Coki Pardede
CP: Acara sampah. Ini acara pembuang-buangan makanan. Saudara-saudara kita di tempat lain menonton acara ini, menangis. Menangis melihat bahan makanan dijadikan konten
TM: Ini nih eksperimen. Namanya koki-koki juga pasti mencoba masakan baru
CP: Tidak ada seperti ini
TM: Seperti hari ini untuk pertama kalinya dalam hidup, saya melihat daging babi.
CP: Nah. Silahkan. Ini namanya daging babi. Kalau yang sebelah sini, (penampakan teksturnya) ini tidak ada bedanya dengan daging sapi ya.
TM: Yang membuat sangat babi apa ya? Ini ya?
CP: Ini yang membuat sangat babi
TM: Ini kayak perut babi ya
CP: Yoi. Terus ini, Babi itu ada beberapa lapisnya. Atas, Gini-ginilah pokoknya

(menit 01.05)

TM: Tidak bau ya? Coba kita dengarkan (mendekatkan telinga ke daging babi). Neraka, Neraka. Api Neraka. Babi di Neraka (CP tertawa)
CP: Masa sih? (mendekatkan telinga ke daging babi) Iya Bro. Ada sayup-sayup suara jeritan. Argh. Kafir, kafir. Tapi ini daging babi nih. Siapa tahu ada yang belum pernah melihat
TM: Katanya daging terenak itu daging babi. Nah makanya hari ini saya akan memasak daging babi. Ini keren ya, seorang chef memasak tanpa mencicipi.
CP: Karena kan tidak mungkin muslim yang mencicipi kan?
TM: Yoi.
CP: Ya.
TM: Nah karena ini kita udah memasak daging babi. Bagian terbaik babi mana coba?
CP: Kalau gue sih, menurut gue yang ini nih. Yang ada tiga lapis ini, yang ada kulit paling luarnya. Iya nih. Ada bulu-bulunya
TM: Bagi ente, bagian terbaik ini?
CP: iya, yang di sini
TM: Kalau bagi orang islam, bagian terbaik dari babi, dibuang. (CP tertawa). Tidak ada yang terbaik dari alharamin, alharamun. Tidak ada yang terbaik
CP: Enak bro. Tergantung masaknya sih. Dan kali ini gue tuh sebenarnya malas ya ikut acara ini tidak berfaedah. Tapi karena konsepnya menarik, masaknya daging babi. Tapi gue belum dikasih tahu, daging babinya dicampur apa nih
TM: Nah. Abis ini nih. Tetap di sini ya.

(menit 02.23)

CP: Ya. Apa, lu mau bikin apa nih?
TM: Karena daging babi ini kan alharamin, alharamun. Kita akan campur dengan unsur-unsur arab, Cok. Unsur-unsur kurma dan madu.
CP: Oh itu sangat arab sekali
TM: Sangat Timur Tengah. Kalau kurma ini adalah takjil dalam bulan puasa bisa dijadikan takjil. Kalau madu, apalagi madu ada bahasa arab-bahasa arabnya, bro. Madu nektar (CP tertawa). Kira-kira apa yang terjadi kalau makanan haram albabi ini dicampur dengan makanan barokah.
CP: Sebenarnya karena persiapannya kurang prepare ya. Kalau bisa dapetin air zam-zam sih, dicampur air zam-zam kan menarik juga dong.
TM: Menarik
CP: Ada daging babi dicampur ini, minumnya air zam-zam
TM: Nah. Cuma air zam-zam susah pak, nyarinya pak. Harus beli air zam-zam.
CP: Ok siap.
TM: Ok. Tapi kan ente belum tahu diapain.
CP: Biasanya kan digoreng
TM: Yang jelas ada campuran alkurma, almadu kepada albabi alharamin alharamun.
CP: Coba, coba ini alkurma, almadu, albabi alharam, alkafir (sambil menunjuk diri sendiri). (keduanya tertawa).
TM: Alkuffar dia (CP). Ok tetap di sini ya

(menit 03.42)

TM: Bagian terbaik babi ini ya
CP: Gue saja yang milih.
TM: Coba ente pilih deh
CP: Karena ini kan yang makan gue doang, sayang jangan dibuang-buang. Menurut gue, ini gue jadikan tatakan saja ya. Sumpah ini enak banget aslinya nih. Pisau lu kurang tajam, bro. Daging babi keras kalau mau dipotong.
TM: Memang kalau makan haram itu pasti dipersulit bro. (CP tertawa). Tidak mudah. Coba daging sapi, ayam, dipermudah. Tidak bakat jadi orang kafir. Memotong makanan khasnya sendiri.
CP: Saya cuma terima jadi, biasanya. Tidak pernah…
TM: Ini soalnya tatakan baju, teman-teman ya. Kalau (daging babi) ini menyentuh (tatakan mencuci baju) ini, baju anak kosan sini haram.
CP: Pisau lu sampah memang. (Mengeluh pisau yang tak kunjung bisa memotong daging).
TM: Sudah segitu saja ya (selesai memotong)
CP: Ini enak banget, sumpah sih, ini bagian paling enak nih. Ada tiga lapis gitu. Ini yang enak. Kalau yang sering makan babi ini tahu pasti ini enak

(menit 05.00)

CP: Ya. Setelah dipotong jadi dua, akan direbus dulu.
TM: Dalam rebusan kurma, Bro. Kurma Water
CP: Jadi daging babi ini tidak direbus dengan air mineral ya. Tapi dengan kurma
TM: Jadi kadar keharamannya, mungkin, mungkin ya, bisa agak menurun
CP: Mungkin ya, kita tidak tahu. Jadi bagaimana ceritanya kalau sari-sari kurma masuk ke dalam pori-pori yang bolong. Apakah cacing pitanya akan muallaf? (TM tertawa) Kita tidak tahu dong. Ini kan dalam sini ada cacing pita. Coba kita lihat.
TM: Ok kita masukkan kurma water
CP: Bau kurma khas ya?
TM: Ini bau Bro, Bau lebaran. (CP tertawa). Memasak dengan api yang agak gede ya. Butuh berapa lama biasanya untuk daging babi ini.
CP: Kalau merebus sih, kita main aman saja, 15 menit saja. Jadi nanti kita akan balik lagi setelah 15 menit kita rebus dengan air kurma. Apakah hasilnya akan membuat daging ini berkurang kadar keharamannya? Kita tidak tahu. Tidak ada yang tahu. Tunggu saja setelah 15 menit kemudian.

(Menit 6.21)

CP: Ini kalau kita lihat nih ya. Ini ada semacam resisten gitu ya. Semacam ada perlawanan dari daging babinya. Karena sepertinya ada perlawanan antar golongan di sini. Kayaknya memang menolak ya.
TM: Kurmanya tidak menyatu dengan babinya
CP: Tapi wangi sumpah, wangi. Wangi bro
TM: Nah itulah gunanya Last Hope Kitchen. Siapa tahu menemukan menu baru kan. Bener-bener ente. Babi yang haramun, alharamun, tidak mau kemasukan kurma. Tidak mau menyatu, Bro
CP: Kayaknya ada resisten. Sekarang permasalahannya adalah kalau kurma dan babi kita satuin, yang babinya jadi tidak haram, atau kurmanya yang jadi haram? Nah coba itu
TM: Bener, bener. Itu siapa yang menang?
CP: Siapa yang menang? Apakah kurmanya? (TM tertawa). Nah kalau air bekas (rebusan) ini diminum, air kurmanya jadi haram tidak? Nah kalau babinya dimakan, apakah babinya jadi halal? Nah itu kita tidak tahu. Makanya biar aman, gue saja yang makan. Kurang-kurang ini, bro. Tambah lagi, dikit lagi, air kurmanya bro. Nah sudah cukup. Lima menit lagi, sudah cukup.
TM: Ya ini dia ya, teman-teman ya. Ini sudah meresap. Sepertinya babi kalah ya. Dalam pertarungan ini, babi kalah dengan kurma
CP: Ini adalah babi rasa-rasa kurma sudah masuk ke dalam pori-pori babi (menit 08.00)

Selanjutnya daging babi tersebut dimasak dengan dicampurkan bumbu instant gulai dan sedikit air kurma. Setelah mulai matang dan bumbu menyerap, daging babi dimasukkan ke dalam wadah dan diisi pula dengan air rebusan puding. Setelah puding mendingin, puding babi rebusan bumbu gulai+air kurma itu kemudian dicicipi oleh Coki Pardede. Coki menjelaskan rasanya cukup enak meskipun aneh (asing).

Polemik Yang Terjadi

Potongan video ini kemudian viral di berbagai kanal media sosial, khususnya kalimat-kalimat yang saya berikan ketebalan di dalamnya. Sebagian dari umat islam merasa konten tersebut menghina agama islam. Makian, hinaan kembali mewarnai lini masa selama beberapa hari terakhir. Meskipun video ini kemudian hilang dari akun aslinya, efek domino yang dihasilkannya cukup membuat saya sedih dan kecewa. Efek domino terburuk itu kemudian muncul khususnya kepada Majelis Lucu Indonesia (MLI) dimana TM dan CP merupakan salah satu anggotanya.

Salah satu efek domino yang muncul adalah penolakan tour kota dari Komika Ananta Rispo yang seharusnya dilakukan di Solo pada 3 November 2018 mendatang. Atas desakan dari Dewan Syariah Kota Surakarta, atau DSKS, penolakan terjadi karena kegiatan tersebut dinilai provotakif. Sekretaris DSKS, Endro Sudarsono menyampaikan bahwa penolakan tersebut karena narasi-narasi candaan mereka yang sangat menghina dan melecehkan nilai-nilai agama Islam. Padahal kegiatan sama sekali belum terjadi dan materi komedi belum sama sekali disampaikan, sebagaimana poster yang saya peroleh dari sini. Apalagi kegiatan ini tidak sama sekali mengundang duo komiko TM dan CP.

Ketika membuka situs resmi MLI, kegiatan di tempat lain juga agaknya mengalami hal serupa. MLI menyebutkan karena besarnya gesekan yang terjadi, maka dengan terpaksa acara Majelis Lucu Nasional Surabaya yang akan berlangsung tgl 28 Oktober 2018 harus ditunda dan akan diselenggarakan tgl 15 Desember 2018 nanti. Terdapat opsi refund atau tetap menjadi peserta kegiatan dengan tempat-waktu yang berbeda.

Share: